Mini Lokakarya (Minilok) Kapanewon Pakem dalam rangka Upaya Percepatan Penurunan Stunting

Pakem, 24 Oktober 2024 – Dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan percepatan penurunan stunting diperlukan peran aktif koordinasi dan kerjasama dari lintas sektor. Kegiatan minilok ini untuk mengawal dan mengevaluasi masalah stunting yang ada di Kapanewon Pakem. Stunting masih menjadi pembahasan yang hangat di masyarakat kita. Akar permasalahan stunting adalah faktor gizi buruk, lingkungan dan sanitasi yang buruk, kesehatan ibu yang kurang, kurangnya pendidikan gizi dan kesadaran masyarakat, serta faktor-ekonomi dan ketimpangan.

Kepala UPT Puskesmas Pakem dr. Dini Threes Harjanti menyampaikan, situasi prevalensi balita stunting Kapanewon Pakem tahun 2024 adalah 7,5%, sebelumnya tahun 2023 adalah 8,69%, itu artinya terjadi penurunan sebesar 1,19%. Status gizi balita pada masing-masing kalurahan ada yang mengalami peningkatan dan penurunan.

Koordinator penyuluhan KB Kapanewon Pakem, ibu Anik Haryanti S.Sos, M.Sc menambahkan terkait dengan upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi penurunan angka stunting di Kapanewon Pakem ini antara lain dengan meningkatkan komunikasi dengan TPPS tingkat kalurahan, meningkatkan kemitraan linsek di Kapanewon Pakem, Pembinaan kader TPK, Sosialisasi Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat), melakukan KIE pada Bina Keluarga Sejahtera, dan membuat rencana tindak lanjut intervensi penanganan stunting berbasis masalah di kalurahan. Harapannya dengan adanya upaya-upaya tersebut dapat menurunkan angka stunting di kapanewon pakem secara signifikan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*