“Nyang-nyangan” Menjadi Ajang Silaturahmi

Pasar Sompilan di wilayah Kalurahan Hargobinangun yang sudah lama tidak dimanfaatkan dibangun kembali  sejak tahun 2018 dengan menyerap anggaran sebesar Rp. 455.000.000,- yang bersumber dari dana desa Tahun Anggaran 2020 dan 2021.  Dengan dibangunnya pasar ini diharapkan bisa menghidupkan UMKM yang jumlahnya mencapai 168 UMKM.

“Warga masyarakat memilih pasar tradisional, karena  pasar inilah yang bisa mempererat tali silaturahmi. Nyang-nyangan  niku rasane marem, tambah raket paseduluran  (tawar menawar itu rasanya puas, menambah erat persaudaraan)” Sambutan Wakil Bupati sleman Danang Maharsa pada peresmian Pasar sompilan pada tanggal 6 Januari 2022.

“Dengan adanya pasar tradisional ini bisa menghidupkan UMKM dan akan menambah inkam masyarakat sekitar. Pasca pandemi Covid-19, Perekonomian bisa pulih dan ngremboko. Permasalahan yang akan muncul dengan  pasar tradisional ini tentang kebersihan, keamanan, kenyamanan, maka untuk bisa diantisipasi agar pasar tradisional ini tidak kalah dengan pasar modern,” lanjutnya.

Panewu Pakem Rakhmat Harinawan menyampaikan  bahwa  UMKM  se Kapanewon Pakem berjumlah 3530 buah, yang sudah terdaftar di Dinas Koperasi , Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman berjumlah 714 UMKM. Sementara UMKM Kapanewon Pakem didominasi produk kuliner.

“Dengan diaktifkannya kembali Pasar Sompilan menjadi pusat oleh-oleh untuk menjaring wisatawan. Tempat yang sangat strategis di Jalan Kaliurang sebagai jalan wisatawan”, kata Panewu dalam  laporannya

Kios di Pasar Sompilan berjumlah 12 kios, dan ada balai yang digunakan untuk titk kumpul lelang cabe yang aktif setiap sore hari dari jam 15.00 – 18.00 WIB.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*