
Senin 01 September 2025, Kapanewon Pakem mengawali bulan ini dengan Do’a Bersama Lintas Agama.
Bertempat di aula Kapanewon Pakem. Acara Do’a bersama ini dihadiri seluruh komponen pemerintahan di seluruh kalurahan di Kapanewon Pakem, unsur Pendidikan, Rumah Sakit, Rekanan Kerja Pemerintah Kapanewon Pakem, dan seluruh pamong.
Do’a bersama dipimpin oleh Muhammad Halimi, Kepala KUA Kapanewon Pakem.
Acara ini dimaksudkan untuk mendo’akan Bangsa Indonesia yang sedang dilanda permasalahan gangguan keamanan terkait demonstrasi rakyat. “Cegahlah orang yang akan memecah belah Sleman DIY. Jadikan dia sibuk dengan urusan tipu dayanya sendiri” penggalan Do’a dari Muh. Halimi.
Panewu Pakem sangat mengapresiasi kegiatan Do’a bersama ini dan mengucapkan beribu terimakasih kepada seluruh elemen yang datang saat itu.
“Inti pokok dari acara ini adalah kita berdo’a bersama untuk Indonesia, ke bawahnya DIY, Kabupaten Sleman, dan Kapanewon Pakem serta seluruh warga di Kapanewon Pakem” papar Tri Akhmeriyadi Panewu Pakem.
Selanjutnya beliau membacakan amanat dari Bupati Sleman.
“Akhir-akhir ini Bangsa Indonesia tengah dilanda ujian yang tidak ringan. Proses berjalannya demokrasi pasti diwarnai dengan perbedaan pandangan, dan itu wajar. Perbedaan ini harus kita sikapi dengan bijaksana” papar Tri. Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa penyampaian aspirasi dan pendapat merupakan hak warga negara yang dijamin dengan konstitusi kita, UUD 1945. Namun saya berharap agar penyampaian aspirasi tersebut tetap dilakukan dengan baik, sopan, dan bukan dengan kekerasan. Apalagi disertai dengan tindakan anarkis. Seharusnya penyampaian aspirasi dilakukan dengan cara yang semestinya sebagai cerminan demokratisasi yang sesungguhnya. Oleh karena itu saya mengajak seluruh hadirin dan seluruh warga Sleman untuk secara aktif menjaga kondusifitas, keamanan, dan ketertiban masyarakat di lingkungan kita” papar Tri.
“Do’a bersama hari ini adalah ikhtiar spiritual kita semua. Bahwa sebesar apapun upaya kita, hanya Allah SWT yang Maha Menentukan. Karena itu, Do’a yang kita panjatkan ini merupakan wujud pengharapan agar Bangsa Indonesia selalu dalam lindungan-Nya, dijauhkan dari perpecahan dan diberi jalan keluar dari berbagai persoalan yang kita hadapi. Bagikan harapan agar Sleman tetap adem ayem kertaraharja. Saya juga mengajak masyarakat untuk menggunakan media sosial secara bijak. Jangan mudah terpengaruh oleh hoax atau informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari kita awasi dan kita jaga keluarga dan anak-anak kita agar tidak terlibat pada perbuatan anarkis” lanjutnya.
Beliau juga berharap kepada seluruh pegawai baik ASN maupun non ASN, pemerintah maupun pendidikan, untuk memberikan pelayanan terbaik, ramah dan sopan kepada masyarakat.”Terapkan pola hidup sederhana dan hindari flexing atau pamer di berbagai media sosial. Dukunglah masyarakat yang sedang berjuang untuk meraih kehidupan yang lebih baik” pungkas Tri. Sebagai penutup, beliau menyampaikan himbauan dan ucapan terimakasih kepada semua yang berdomisili dan beraktivitas di Kapanewon Pakem, yang telah turut menjaga kondusifitas.
“Sesuai dengan semboyan PAMANDARU (Pakem Aman Damai dan Rukun), dan juga berkat bimbingan dari tokoh-tokoh agama serta para pendidik, kita yang hidup di Kapanewon Pakem ini mampu hidup nyaman, aman, tidal ada gangguan untuk aktifitas kita. Perbaiki komunikasi kita antar lintas sektoral. Biasakan senyum, salam, sapa, sopan, dan santun. Dan kepada para pendidik, kegiatan sekolah tidak akan diliburkan. Agar tidak tercipta suasana mencekam. Mari kita sama-sama saling mengingatkan jika ada kegiatan masyarakat yang kurang mendukung untuk kita mitigasi. Kita harus tetap beraktifitas, jangan sekalipun mencuatkan keadaan yang mencekam agar tidak mengganggu perekonomian, seperti berita-berita yang marak di medsos yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Petani, UMKM, pedagang, sekolah, dan pemerintahan jangan terganggu oleh itu. Tetap beraktifitas dan hindari potensi kegaduhan pemicu anarkisme. Mari kita antisipasi semua itu” pungkas beliau.
Acara diakhiri dengan foto bersama.
Redaksi :
Asrori Wardan KIM Pakembinangun
Be the first to comment