Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Upaya Optimalisasi Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak

Pakem (24/04/2025) — Mini lokakarya (minilok)  merupakan kegiatan pertemuan lintas sektor untuk mendiskusikan permasalahan stunting di Kapanewon Pakem. Acara diikuti oleh berbagai lintas sektor yang terdiri dari TPPS Kapanewon, TPPS Kalurahan, Puskesmas, Danramil, Kapolsek, KUA, Perwakilan TPK, TKSK, PKH dan PKB. Acara dilaksanakan pada hari Kamis, 24 April di Pendopo Kapanewon Pakem. Acara dibuka oleh Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Pakem, bapak Tri Suhardi. Beliau menyampaikan bahwa stunting masih menjadi masalah utama di Kapanewon Pakem, meskipun terjadi penurunan prevalensi dari 8,69% di tahun 2023 menjadi 7,5% di tahun 2024.  Hal ini tentunya menuntut kerjasama yang intensif dan komprehensif dari semua lintas sektor yang ada di Kapanewon Pakem.

Bapak Susilo dari Forum KB Pria Kapanewon Ngemplak menjadi narasumber utama. Beliau memaparkan terjadinya sebuah fenomena hilangnya figur/sosok ayah dalam keluarga atau yang populer disebut sebagai fenomena fatherless. Fenomena tersebut disebabkan oleh ayah yang telah meninggal dunia, bercerai dari ibu atau bekerja jauh dari keluarga.  Hal yang lebih mengerikan adalah fenomena ada tapi tiada. Artinya, secara fisik ayah ada di dalam keluarga, tapi peran dan fungsi tidak optimal. Anak tidak merasakan kehadirannya. Kondisi fatherless ini sangat berbahaya bagi tumbuh kembang anak.

Sehubungan dengan fenomena tersebut program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN diharapkan menjadi inspirasi bagi para ayah agar lebih perhatian dengan anaknya. Peran ayah sangat penting dalam pencegahan stunting karena ia memiliki pengaruh besar dalam pemenuhan kebutuhan keluarga, termasuk kebutuhan gizi anak. Ayah yang berperan aktif dan peduli terhadap kesehatan dan gizi keluarga dapat mengurangi risiko stunting pada anak.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*