Pada Sabtu, 22 November 2025, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik bertempat di Rumah Makan Limasan Watu Adeg, Purwobinangun. Acara dimulai dengan susunan kegiatan berupa pembukaan, doa, sambutan Ketua KIM Ceria Dwi Hartanto, serta sambutan Panewu Pakem Tri Akhmeriyadi, SP., M.Si. Setelah rangkaian pembukaan selesai, kegiatan berlanjut pada sesi inti berupa pemaparan materi oleh para narasumber.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Ahmad Syarifudin dari Tribun Jogja dan Widi Setiyono dari RBTV. Ahmad Syarifudin membawakan materi tentang jurnalistik, yang dijelaskan sebagai proses mengumpulkan, mengolah, dan menyampaikan informasi melalui media massa. Ia menggambarkan jurnalis sebagai “tukang cerita” dan menegaskan bahwa semua orang dapat menjadi jurnalis, baik sebagai jurnalis warga maupun jurnalis profesional. Ia menyampaikan bahwa semua informasi dapat diberitakan selama memenuhi nilai berita (news value) dan kelayakan. Ahmad Syarifudin juga menekankan bahwa jurnalis warga akan aman bila tetap menerapkan prinsip-prinsip jurnalistik profesional. Jurnalisme warga berperan penting dalam memberikan informasi real-time, membuka ruang partisipasi publik, mengangkat isu lokal yang kerap luput dari media utama, serta mendorong perubahan sosial.
Materi berikutnya disampaikan oleh Widi Setiyono dari RBTV, yang membahas tentang disrupsi media. Ia menjelaskan bahwa pola konsumsi informasi berubah drastis, di mana 83% masyarakat kini memperoleh informasi melalui media massa dan platform digital secara cepat. Karena itu, penting bagi pengelola media maupun individu untuk mampu mengembangkan media sosial agar tetap relevan menghadapi dinamika arus informasi modern.
Pelatihan berjalan lancar dan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi serta keterampilan jurnalistik para peserta.
Be the first to comment