Remaja Kuat Tanpa Napza adalah harapan bagi semua orang, juduk itu yang disampaukan Aulia Untari Intan, Psikolog Puskesmas Pakem pada acara sosialisasi Napza di Kapanewon Pakem pada tanggal 22 Februari 2023. Sosialisasi dihadiri oleh perwakilan siswa SLTP, SLTA dan Kamituwo se Kapanewon Pakem. Anak usia SLTP dan SLTA usi 12 – 22 tahun) adalah usia remaja, masa perpindahan dari anak-anak menuju dewasa. masa ini merupakan masa yang sangat rawan. usia 12 – 15 tahun disebut remaja awal, usia 15-18 tahun disebut remaja madya dan usia 19-22 tahun disebut dengan remaja akhir.
Dalam sambutannya Panewu menyampaikan, dengan adanya sosialisasi ini diharapkan remaja di Kapanewon Pakem akan bersih dari penyalahgunaan Napza. “Jadilah remaja dan anak bangsa yang berkualitas, jauhi NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya). Napza ini hanya akan merusak kalian, belajar dengan sungguh-sungguh, banggakan orang tua kalian dengan prestasimu, kata Panewu Pakem Rakhmat Harinawan.
NAPZA singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya, merupakan bahan atau zat yang bisa mempengaruhi kondisi kejiwaan/psikologi seseorang (pikiran, perasaan, dan perilaku) serta bisa menyebabkan ketergantungan secara fisik dan psikologis.
NAPZA ditemukan dalam bentuk tablet, serbuk, Kristal, lintingan rokok.alat bantu yang digunakan botol plastic, plastic kecil. Sedotan, gulungan kertas, bong, jarum suntuk, sendok bekas dibakar dan lain-lain.
Sesuai data yang ada, jumlah pengguna NAPZA yang paling banyak adalah kelompok usia remaja/muda. jenis NAPZA yang paling banyak digunakan yaitu ganja 41,4%, sabu 25,7%, nipam 11,8%, dan dextro 6.4%.
“Untuk pencegahan penyalahgunaan NAPZA pilihlah lingkungan pergauan yang baik, melakukan hal-hal yang positif. Penggunaan Napza ini sangat berpengaruh pada kondisi psikologis, pengguna bisa melakukan kekerasan atau membahayakan diri sendiri dan orang lain. Mari kita cegah dengan mencari teman yang baik, mengajak kebaikan dan ikuti perkumpulan yang baik pula,” kata Intan Psikolog dari Puskesmas Pakem.
Be the first to comment